Mahasiswa dan Politik

Politik di negeri ini menuntun siapa saja ke arah dimana mereka harus terlibat didalamnya, dan berperan sebagai apa saja, yang terpenting harus terlibat dalam kegiatan politik. Namun disadari ataupun tidak, sudut pandang seperti itu telah menjerumuskan anak-anak bangsa kepada kepentingan. 
Negeri ini harus dilepaskan dari sebuah anggapan, bahwa yang baik menurut saya adalah yang terbaik, ini seperti sebuah pemikiran yang mengakar dalam, sehingga mengajarkan serta menanam hal-hal yang tak seharusnya ditanam, hal ini telah masuk dalam dunia pendidikan terkhususnya pendidikan tinggi, karena hegemoni dunia perpolitikan telah menjerumuskan banyak mahasiswa kepada sebuah ideologi yang kemudian mengakar kuat dalam dirinya, sehingga menciptakan pertentangan dengan apa yang diajarkan dalam perkuliahan. 
Mahasiswa ini kemudian menciptakan dunia ketiga yang dianggap sebagai sebuah jalan baru dan kemudian menciptakan sebuah pertentangan serta menimbulkan sebuah masalah. Tidak salah memang mahasiswa terlibat karena itu adalah hak setiap individu, yang menjadi salah adalah dimana menempatkan mahasiswa kedalam dunia politik praktis, karena seharusnya pikiran dan otak yang masih harus di isi dengan ilmu kemudian diisi dengan sebuah ideologi suatu kelompok politik dapat mengakibatkan pola sesat pikir itu terjadi, karena pada akhirnya akan bermunculan kebenaran yang disalahkan, dan yang salah diperbenarkan. Artinya suatu keadilan hanya merupakan suatu kepentingan. Keadilan adalah ukuran yang dipakai dalam memberikan perlakuan terhadap sesuatu diluar diri kita, sehingga sebagai mahasiswa harus dapat mengontrol diri dalam jiwa dan sikap. Walaupun pada akhirnya keadilan memang tak pernah ada tolak ukurnya. Tetapi kontrol terhadap diri akan menciptakan keadilan itu sendiri. 
Perbedaan dalam penilaian moral kita mungkin berbeda-beda, karena lebih dari itu, harus dibedakan prinsip-prinsip moral yang kemudian menuntun kehidupan seorang individu terhadap norma, namun tidak sama-sama menuntun banyak orang di sekelilingnya. Jangan sampai karena ideologi yang tertanam akan menciptakan kecenderungan menghadirkan kalimat ekor politik serta menciptakan kepatuhan didalamnya. Karena pada dasarnya sebuah kepatuhan akan menciptakan dukungan yang tak masuk akal, dan pikiran logis dibuang jauh, konsep ini kemudian menjadi sebuah dilema bagi generasi muda yang seharusnya menjadi harapan besar sebuah bangsa. Jadilah partisipan namun jangan terjerumus terlalu dalam, karena akan ada pada waktunya mahasiswa harus terjun didalamnya ketika sudah dipenuhi dengan ilmu-ilmu yang dapat memberikan arti lebih pada bangsa ini. 

0 Response to "Mahasiswa dan Politik"

Post a Comment