Balada Cinta Putra Penggembala Domba

Langkah Senja ku semakin terasa
Terasa pilu tatakala dipikirkan sedemikian rupanya
Seakan seisi dunia tertawa
Menyaksikan kebodohan insan bernama saya
Hari itu seharusnya tercipta untuk bahagia
Dengan seperangkat alat sholat di depan mata
Tapi tidak dengan kenyataan adanya
Yang ada hanya impian kosong terisi percuma
Kucoba pinang kau di hadapan mereka semua
Mereka yang meragukan kenyataan akan diri saya
Tapi mereka seakan terus berpaling muka
Karena aku hanya putra penggembala domba
Pinangan manis ku terlempar tanpa arah
Senyuman manis ku kau anggap seperti sampah
Daku terbuang adanya
Dipelupuk mata cinta mereka yang dusta
Hina terasa kuberjalan bak hamba sahaya
Yang terus dihina bagai orang gila
Di sesempitan trotoar aku pekikan di seantero jalan raya
Bahwa Aku bukan manusia terbuang
Yang kau buang dan kau hina
Yang kau maki lalu kau dusta
Aku benar adanya
Bahwa aku seorang putra penggembala domba
Hinakah itu??
Tidak, karena aku bangga dengan domba orang tuaku yang telah sepuh itu, dia tempatkan 11 anak nya di derajat yang berbeda
Di 7 Tittle Sarjana dan 4 Tittle Diploma
Dan aku bangga
Kata bangga tanpa tanda petik dan koma
Bangga

0 Response to "Balada Cinta Putra Penggembala Domba"

Post a Comment