popads

Menulis Puisi Lama


Perhatikan kutipan puisi lama berikut ini

Kutipan 1

Laki laki:
Burung merpati burung kesayangan,
melayang terbang atas angkasa.
Bunga melati atas angkasa,
bolehkah kumbang hinggap di sana.
Perempuan:
Burung merpati laju terbangnya,
terbang bergagap di atas padi.
Bunga melati layu daunnya,
kumbang hinggap masakan sudi.

Kutipan 2

Anak rusa dirumpun salak,
patah taruknya ditimpa genta.
Riuh kerbau tergelak-gelak,
melihat beruk berkaca mata.

Kutipan 3

Kalau puan puan cerana,
ambil gelas di dalam peti.
Kalau tuan bijak laksana,
binatang apa tanduk di kaki.

Kutipan 4

Syair Burung Pungguk
Pertama mula pungguk merindu,
Berbunyilah mendayu-dayu,
Hatinya rawan bercampur pilu,
Seperti diiris dengan sembilu.

Pungguk bermadah seraya merawan,
Wahai bulan terbitlah tuan,
Gundahku tidak berketahuan,
Keluarlah bulan tercelah awan.

Sebuah tilam kita beradu,
Mendengarkan bunyi pungguk berindu,
Suaranya halus tersendu sendu,
Laksana orang berahikan jodo.

Kutipan 5

Barang siapa tidak memegang agama,
sekali-kali tiada boleh dibilang sama.
Barang siapa mengenal yang empat,
maka itulah orang yang makrifat.
Barang siapa mengenal Allah,
suruh dan tegaknya tiada ia menyalah.
Barang siapa mengenal diri,
maka telah mengenal Tuhan yang bahari.
Barang siapa mengenal dunia,
tahulah ia barang yang terpedaya.
Barang siapa mengenal akhirat,
tahulah ia dunia mudarat.

Kelima kutipan tersebut merupakan puisi lama. Kutipan 1, 2, dan 3 merupakan pantun (pantun perkenalan, pantun jenaka, dan pantun teka-teki). Kutipan 4 merupakan syair. Kutipan 5 merupakan Gurindam Dua Belas pasal pertama.

Selain pantun, syair, dan gurindam, masih ada lagi jenis puisi lama yang lain, yaitu peribahasa, mantra, dan seloka.

Baca Juga :
Macam-Macam Majas


0 Response to "Menulis Puisi Lama"

Post a Comment