Kemana Akan Dibawa Negaraku

                Mengapa Harus Indonesia ?  "Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut "Hindia-Belanda". Juga tidak "Hindia" saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air pada masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesiër) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya." ( Moh. Hatta)
                Siapa kunci kesuksesan bangsa ? “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno)
                Bagaimana meraih tujuan ?“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno)
                Bagaimana sebenarnya pemimpin itu ? ”Kalau kita mendapat kedudukan, aja dumeh dadi presiden (jangan mentang- mentang jadi presiden), kemudian berbuat semaunya sendiri,” (Soeharto)
Indonesia sebuah Negara yang besar, dan dikelilingi oleh lautan, Negara yang dianggap makmur oleh sebagian kalangan, Negara yang dianggap mengalami tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tapi itu sebenarnya hanya sekedar omong kosong belaka, Indonesia masih menderita, karena para petinggi petinggi bangsa mementingkan kepentingan pribadinya, yang mementingkan isi perutnya.Karena Korupsi sudah dimana mana mulai dari pejabat kalangan atas hingga pejabat kalangan bawah, tak ada lagi keadilan, karena keadilan dapat dibeli dengan uang, uang adalah segala galanya sekarang, tak penting lagi bagaimana cara memperolehnya.
                Suatu ketika aku memandang sang saka, kulihat kibarnya yang begitu indah membahana, aku membayangkan, tak ada lagi orang pinggiran, tak ada lagi perbudakan, tak ada lagi konflik berkepanjangan, dan satu lagi tak ada korupsi  untuk Indonesia, apalagi bicara kehilangan budaya, ingatkah atau sudahkah kau pelajari mengenai “Ganyang Malaysia”  Soekarno menentang pembentukan Federasi Malaysia dan menyebut bahwa hal tersebut adalah sebuah "rencana neo-kolonial" untuk mempermudah rencana komersial Inggris di wilayah tersebut. Selain itu dengan pembentukan Federasi Malaysia, hal ini dianggap akan memperluas pengaruh imperialisme negara-negara Barat di kawasan Asia dan memberikan celah kepada negara Inggris dan Australia untuk memengaruhi perpolitikan regional Asia. Menanggapi keputusan PBB untuk mengakui kedaulatan Malaysia dan menjadikan Malaysia anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, presiden Soekarno mengumumkan pengunduran diri negara Indonesia dari keanggotaan PBB pada tanggal 20 Januari 1965 dan mendirikan Konferensi Kekuatan Baru (CONEFO) sebagai tandingan PBB dan GANEFO sebagai tandingan Olimpiade. Pada tahun itu juga konfrontasi ini kemudian mengakibatkan pertempuran antara pasukan Indonesia dan Malaysia (yang dibantu oleh Inggris). Walaupun itu sebenarnya tak kita harapkan, untuk Negara serumpun.
                Namun apa yang terjadi padamu Indonesia, siapa yang membuatmu menderita, apakah kami rakyat jelata,atau pemimpin pemimpin yang kiranya bijaksana,tapi dibalik itu pemimpin kami menindas kami, hancurkan harapan generasi Indonesia, tak ada lagi yang menggelora, katanya sih demokrasi !, tapi kok seperti democrazy, kebebasan disalah artikan, bebas sih bebas ya, tapi koq kearah yang negative, bahkan semuanya sudah kearah yang negative, semua aspek kehidupan sudah mulai dimasuki oleh dunia politik, sebagai salah satu contoh ya, pers itu kan sebenarnya memberikan informasi yang mendidik dan factual, tapi kok kebalikannya ya,banyak unsurnya sih,tapi salah satu unsurnya adalah muatan Politik, TV di Indonesia sekarang sudah dikuasai oleh elit politik,sehingga informasi yang diberikan pun berbau politis,Contoh lainnya dibidang sepakbola, sepakbola Indonesia juga penuh dengan politis, saat saya menonton Film “Garuda di Dadaku 2”, hati saya benar benar tersentuh, kalau sesungguhnya persatuan dan kesatuan adalah kunci kesuksesan, namun unsur politik didalamnya itu, yang menghancurkan harapan Indonesia,sekarang indonesia kehilangan gaungnya, seakan macan yang patah taringya.
Akankah suatu ketika rakyat dapat hidup bahagia, penuh dengan kedamaian, dan keamanan, mungkin, karena suatu saat jika Indonesia mampu menemukan pemimpin pemimpin yang bijaksana, Indonesia akan menemukan kembali jati diri yang hilang sekian lamanya,tapi itu semua sulit akan dicapai, tanpa ada rasa toleransi diantara kita, dan saling menjunjung kebersamaan, keberagaman Indonesia, bukan hal yang mustahil rakyat Indonesia akan merasakan keinginan yang telah lama diimpikan.
                Sekarang ayolah kita renungkan, ingatlah kejayaan masa lampau, ingatlah kerajaan sriwijaya, dan ingatlah kerajaan maja pahit, karena dengan mengingat itu kita akan menjadi sadar, betapa tangguhnya nusantara, dan kini waktunya untuk kembalikan kejayaan Indonesia, Menuju Indonesia Baru, No KKN.

0 Response to "Kemana Akan Dibawa Negaraku"

Post a Comment