Kabupaten Merangin

Sejarah Singkat Kabupaten Merangin (Jambi)

Kabupaten Merangin terbentuk dari pemekaran Kabupaten Sarolangun Bangko menjadi Wilayah Kabupaten Merangin dan Kabupaten Sarolangun.
Terbentuknya Kabupaten Merangin adalah berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia No. 54 Tahun 1999 tanggal 4 Oktober 1999 Tentang Pembentukan Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tebo, Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Dalam hal ini Kabupaten Merangin sebagai kabupaten induk tetap dengan Ibukota Pemerintahan di Kota Bangko, yang dulunya juga merupakan ibukota Kabupaten Sarolangun Bangko sebelum dimekarkan.
 
1. Geografis
Kabupaten Merangin merupakan salah satu Kabupaten dari 11 (sebelas) Kabupaten/Kota yang berada di Provinsi Jambi. Wilayah Kabupaten Merangin berada di bagian barat Provinsi Jambi dan secara geografis terletak antara 101, 32, 11 - 102, 50, 00 bujur timur dan 1, 28, 23 - 1, 52, 00 bujur selatan. Kabupaten Merangin memiliki luas wilayah7.679 km2 atau 745,130 Ha yang terdiri dari 4.607 km2 berupa dataran rendah dan 3.027 km2 berupa dataran tinggi, dengan ketinggian berkisar 46-1.206 m dari permukaan air laut dengan batas wilayah meliputi
- Sebelah Timur   : Kabupaten Sarolangun
- Sebelah Barat    : Kabupaten Kerinci
- Sebelah Utara    : Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo
- Sebelah Selatan : Kabupaten Rejang Lebong (Provinsi Bengkulu)

2. Topografis
Kondisi topografis wilayah Kabupaten Merangin secara umum dibagi dalam 3 (tiga) bagian, yaitu dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi. Ketinggian berkisar antara 10-1.206 m dpl dengan bentang alam rata-rata bergelombang. Pada dataran rendah terletak pada ketinggian 0-100 m dpl dengan luasan 42.77 persen luas kabupaten. Wilayah dataran sedang yang terletak antara 100-500 m dpl seluas 32.53 persen luas kabupaten, sedangkan dataran tinggi yang terletak lebih dari 500 m dpl seluas 14.5 persen dari luas Kabupaten Merangin meliputi Kecamatan Jangkat, Muara Siau, Lembah Masurai, Sungai Manau dan sebagian Tabir Ulu. Dataran rendah meliputi Kecamatan Bangko, Pamenang, Tabir, Tabir Selatan dan sebagaian Tabir ulu.
Wilayah Kabupaten Merangin pada saat ini terdiri atas 24 Kecamatan, 203 Desa dan 10 Kelurahan dengan rincian :
1. Kecamatan Jangkat terdiri dari 12 Desa
2. Kecamatan Sungai Tenang terdiri dari 12 Desa
3. Kecamatan Muara Siau terdiri dari 17 Desa
4. Kecamatan Lembah Masurai terdiri dari 15 Desa
5. Kecamatan Tiang Pungpung terdiri dari 6 Desa
6. Kecamatan Pamenang terdiri dari 13 Desa dan 1 Kelurahan
7. Kecamatan Pamenang Barat terdiri dari 8 Desa
8. Kecamatan Renah Pamenang terdiri dari 4 Desa
9. Kecamatan Pamenang Selatan terdiri dari 4 Desa
10. Kecamatan Bangko terdiri dari 4 Desa dan 4 Kelurahan
11. Kecamatan Bangko Barat terdiri dari 6 Desa
12. Kecamatan Nalo Tantan terdiri dari 7 Desa
13. Kecamatan Batang Mesumai terdiri dari 10 Desa
14. Kecamatan Sungai Manau terdiri dari 10 Desa
15. Kecamatan Renah Pembarap terdiri dari 12 Desa
16. Kecamatan Pangkalan Jambu terdiri dari 8 Desa
17. Kecamatan Tabir terdiri dari 6 Desa dan 5 Kelurahan
18. Kecamatan Tabir Ulu terdiri dari 6 Desa
19. Kecamatan Tabir Selatan terdiri dari 7 Desa
20. Kecamatan Tabir Ilir terdiri dari 7 Desa
21. Kecamatan Tabir Timur terdiri dari 4 Desa
22. Kecamatan Tabir Lintas terdiri dari 5 Desa
23. Kecamatan Margo Tabir terdiri dari 6 Desa
24. Kecamatan Tabir Barat terdiri dari 14 Desa

LAMBANG DAERAH
KABUPATEN MERANGIN



PENGERTIAN LAMBANG DAERAH
       Letak Warna
  1. Warna merah melekat pada les pinggir Lambang Daerah yang bersegi.
  2. Warna biru terdapat pada dasar Lambang Daerah.
  3. Warna biru laut terdapat pada gunung dan bukit.
  4. Warna hijau daun terdapat pada kelopak bunga kapas.
  5. Warna kuning emas dan kuning tua terdapat pada rantai, padi, dinding rumah adat dan gong.
  6. Warna putih dan putih perak terdapat pada saloko, mata pedang, mangkok sadapan karet, kubah mesjid, selubung cerano, bunga kapas dan mata gong.
  7. Warna coklat terdapat pada pohon karet dan kaki cerano.
  8. Warna merah kuning terdapat pada batu bata dua tingkat.

      Arti dari Warna
  1. Warna merah melambangkan keberanian.
  2. Warna biru melambangkan ketentraman dan ketenangan.
  3. Warna biru laut melambangkan kesuburan dan kerukunan.
  4. Warna hijau daun melambangkan kesejahteraan.
  5. Warna kuning emas dan kuning tua melambangkan keuangan dan kejayaan.
  6. Warna putih perak melambangkan kesucian.
  7. Warna coklat melambangkan kemakmuran.
  8. Warna merah kuning melambangkan kondisi tanah di Kabupaten Merangin 11,52 persen kuning (padsolid).
  9. Warna hitam melambangkan keteguhan dan kekokohan.
Lambang Kabupaten Merangin terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut :
1. Seloko yang berbunyi "TALI UNDANG TAMBANG TELITI" mengandung arti :
  1. Mencerminkan bahwa Daerah Kabupaten Merangin merupakan daerah pertemuan yang berbentuk peraturan yang kuat antara dua induk suku yang besar yaitu suku Batin dan suku Penghulu.
  2. Mencerminkan persatuan, kesatuan antara kebiasaan dan adat istiadat yang dipakai oleh induk suku Batin dan induk suku Penghulu yaitu Undang berasal dari suku Penghulu dan Teliti berasal dari suku Batin, keduanya dipakai dan merupakan intisari pada adat istiadat dan merupakan adat istiadat rakyat Kabupaten Merangin yang tak lapuk di hujan dan tak lekang di panas.
  3. Mencerminkan bahwa Kabupaten Merangin bidang Pemerintah maupun bidang Kemasyarakatan berdasarkan dengan jiwa musyawarah dan mufakat serta didasarkan ketentuan-ketentuan hukum baik tertulis maupun tidak tertulis.
2. Pengertian kubah mesjid melambangkan semangat dan jiwa Ketuhanan Yang Maha Esa dan menunjukan       99 persen penduduk Kabupaten Merangin beragama Islam.
3. Pengertian 5 jendela dan 8 lubang angin melambangkan berdirinya atau jadinya Kabupaten Merangin pada tanggal 5 Agustus 1965.
4. Pengertian Gong :
  1. Melambangkan kebudayaan asli penduduk Kabupaten Merangin, gong dipakai oleh penduduk merata diseluruh daerah dan setiap pertunjukkan kesenian rakyat pada umumnya dipergunakan gong sebagai alat bunyi-bunyian musik.
  2. b. Melambangkan Adat Istiadat rakyat Kabupaten Merangin, karena setiap upacara adat dipergunakan bunyi gong baik sebelum, sedang atau sesudah upacara dilakukan.
  3. c. Melambangkan semangat persatuan dan kesatuan serta semangat kekeluargaan dimana dibunyikan gong sebagai pemberitahuan untuk melaksanakan gotong royong ataupun panggilan supaya datang untuk mengadakan musyawarah dan mufakat.
5. Pengertian Cerano, mencerminkan adat dan kebudayaan asli rakyat Kabupaten Merangin yang berfungsi sebagai alat untuk memperkokoh berlakunya adat istiadat bagi rakyat Kabupaten Merangin dan cerano yang berselubung kain putih yang berigi enam dan pada selubung putih terdapat ukiran dengan warna hitam sebanyak delapan dan telapak cerano berombak dua dikanan dan dua dikiri yang mengandung arti prasasti Karang Birahi bertarikh 1684 M yang berarti kebudayaan Kabupaten Merangin adalah termasuk yang tertua di Sumatera.
6. Pengertian Rumah Adat menggambarkan bentuk asli Rumah Adat Kabupaten Merangin yang merupakan tempat dimana dibicarakan masalah Pemerintahan dan adat istiadat.
7. Pengertian padi melambangkan kesejahteraan rakyat dan merupakan makanan pokok rakyat Kabupaten Merangin dan jumlah butir sebanyak 15 mengandung makna bahwa di Kabupaten Merangin terdapat 15 eks marga.
8. Pengertian kapas berjumlah 7 butir berkelopak 3 berarti menunjukkan 7 Kecamatan dalam Kabupaten Merangin dan melambangkan kemakmukran rakyat akan bahan tekstil sebagai bahan kebutuhan primer Kabupaten Merangin.
9. Pengertian tali yang berbuhul ditengah mengandung arti menunjukkan persatuan rakyat dari 7 Kecamatan dan 15 eks Marga dalam Kabupaten Merangin yang merupakan tali pengikat antara undang dan teliti yang berbentuk adat istiadat Kabupaten Merangin.
10. Pengertian Pedang tegak terhunus melambangkan kepahlawanan dan merupakan senjata utama bagi nenek moyang rakyat Kabupaten Merangin.
11. Rantai yang terdiri dari 7 mata rantai besar dibagian bawah dan 15 mata rantai kecil dibagian atas yang tidak terputus, melambangkan Pemerintah Kabupaten Merangin terdiri dari 7 Kacamatan dan 15 eks Marga serta melambangkan kekeluargaan bersatu padu serta rasa prikemanusiaan yang kokoh dan kuat bagi rakyat Kabupaten Merangin.
12. Pohon karet sedang dalam keadaan disadap dan ditampung dengan sebuah mangkok, melambangkan hasil utama bagi kehidupan dan mata pencaharian serta perekonomian rakyat Kabupaten Merangin adalah penghasil karet terbesar dalam Propinsi Jambi.
13. Gunung yang kiri kanannya diapit oleh bukit dan dibawahnya 4 alur sungai, melambangkan kekhususan Kabupaten Merangin, dimana gunung tersebut adalah gunung Masurai dengan dataran tinggi dan lereng-lereng yang subur dan obyek wisata.
14. Bukit-bukit dikiri kanan gunung melambangkan kekhususan geografi Daerah Kabupaten Merangin yang merupakan dataran dengan tanah yang subur dan Daerah basis gerilyawan pada saat agresi I dan II untuk menegakkan Kemerdekaan.
15. Sungai yang terletak dikaki gunung dan bukit dikiri kanan pohon karet, berjumlah 4 alur sungai merupakan sungai-sungai yang besar di Kabupaten Merangin yaitu sungai Merangin, sungai Masurai, sungai Tantan dan sungai Batang Tabir, sungai-sungai tersebut merupakan sebagian daripada lambang Sepucuk Jambi Sembilan Lurah yang melambangkan alat perhubungan rakyat Merangin pada waktu itu.
Objek Wisata di Kabupaten Merangin

Rumah Tuo di Tabir
Perkampungan Rumah Tuo merupakan salah satu bentuk peninggalan sejarah yang terletak di Kecamatan Tabir 28 Km dari Kota Bangko. Perkampungan Rumah Tuo ini berjumlah 30 buah secara berkelompok dan diperkirakan dibangun 500 tahun yang lalu.

Dam Betuk

Taman Bukit Tiung
Objek wisata Bukit Tiung ini terdapat di tengah Pusat Kota, di lokasi ini ada Hutan Kota, Taman Burung, Mini Kebun Binatang, Buayan Keliling, dan tempat duduk santai

air Terjun
    SIgerincing
    ATepian Dukun Betuah
   Telun Air Batu

Goa
   Tiangko
   Sengayau
   Gua Sengayau terbentuk dari susunan batu-batuan kapler yang terdiri dari stalagmit dengan dihiasi ornamen alam yang mengagumkan. selain itu jika dipukul akal menimbulkan suara-suara yang unik. Objek wisata ini dapat ditempuh sekitar 1 jam dari kota Bangko.

Danau
  Pauh
  Danau Pauh terletak di Desa Pauh Tengah yang berjarak 96 Km dari Kota Bangko dan dapat dicapai dengan kendaraan roda empat sampai ke pinggir danau. Luas danau 70 Ha dengan ketinggian 1200m dpl kedalaman mencapai 20 meter. Lokasi ini sangat cocok dikembangkan untuk Olahraga Ski Air dan bermain Speed Boat.

Depati Empat
Air Panas

Grow
Adalah sumber air panas yang mengeluarkan asap belerang yang terdapat di 4 lokasi di Desa Renah kemumu Kecanatan Jangkat dengan jarak dari Kota Bangko + 146 km.

Semburan salah satu sumber air panas dapat mencapai 15 meter, jika dikendalikan/diasuh oleh seorang pawang dan air ini dapat dijadikan obat penyakit kulit oleh sebagian masyarakat.

Kawasan wisata alam air panas/grow ini sudah terdapat  dilalui dengan kendaraan roda empat melalai  melintasi Hutan Taman Nasional Kerinci Seblat ( TNKS), antara kawasan Desa Tanjung Kasri dan Desa Renah Kemumu.

Teluk Wang Sakti
Terletak di kawasan Desa Biuku Tanjung Kecamatan Bangko Barat yang berjarak dari Kota Bangko + 14 km tepatnya di kawasan sungai Merangin.

Kawasan lokasi ini merupakan tempat kegiatan Arung Jeram yang memiliki tingkat kesulitan yang berskala Nasional bahkan Internasional.

Selain itu kawasan Teluk Wang Sakti memiliki sejarah/atau legenda yang sangat mengagumkan konon dahulu kala kawasan ini bernama Tepian Indak Berubah Bukit sekelam Kabut Rantau Bernamo Sibujang Bingung yang merupakan daerah daerah kekuasaan Nenek Sayah Biti mengerao dari lonang (Minang Kabau). Daerah ini dan kawasan Eks Marga Batin 1x di ulu  yang menurut legenda di peroleh Syeh Biti dari nenek Segindo Sungai lintang sebagai tembusan dari Bujang 100, Gadis 100 yang telah diselamatkan Syeh Biti dari perampok yang datang dari Kerajaan Sriwijaya.

Sejarah dan lengenda Teluk Wang Sakti meninggalan bukti sejarah antara lain Batu Tenun, Batu Kisaran, dan beberapa benda pusaka yang terpelihara baik oleh ahli waris.


Geo Sengayau
Terletak di Desa Sungai Pinang Kecamatan Sungai Manau yang berjaran dari Kota Bangko + 50 km dan dapat di tempuh dengan kendaraan roda empat serta di teruskan dengan berjalan kaki sejauh 800 meter.

Salah satu keunikan dari Goa Sengayang ini di dalam nya terdapat Meja dan Kursi yang terbuat dari batu. Berdasarkan penelitian Arkeologi goa ini pernah di huni oleh manusia purba pada abad ke 10 Masehi. Disamping itu dalam goa tersebut terdapat sungai yang mengalir serta memiliki potensi berupa sarang burung Wallet sebagai mata pencarian masyarakat setempat.

Goa Segayau ini terbentuk dari susunan batu-batuan kaviler yang terdiri dari stalaknit dengan dihiasi oleh ornamaen alam dan sebagian terbentuk dari rembesan,kucuran dan tetesan air dari dinding dan bagian atas goa yang sangat mengangumkan,selain itu juga apabila dipukul akan menimbulkan suara-saura yang unik.



0 Response to "Kabupaten Merangin"

Post a Comment